kamu berhasil membuangku jauh. kemudian telah hilang kendali dan menjadikanku tak ingin berlabuh. kemudian dia datang menjanjikan seribu alasan untuk tertawa. dia memang laki-laki yang tak boleh berakhir sia-sia. 

hadirnya membuatku teralih, dari kekandasan hubungan yang mencekik mati secara perlahan. Tapi tak pantas memaksa diri untuk bersamanya hanya agar kamu tau bahwa aku sanggup tanpa hadirmu. 

lalu obrolan sederhana kita meningkat, dengan orang baru itu. menyambung panjang sampai malam tidak boleh terlewat. lihat saja riwayat pesan kita yang sudah ada. itu kuberi sebagai tanda awal mula temu adalah titik itu. titik saat menjadi akrab tanpa pertemuan.

setiap malam, setelah hari itu isi kepalac cuma tentang sampai mana kiranya kita? sampai mana teman-temanku akan bosan dengan namamu?

lalu bagimana kuhapus kamu setelah aku menulis ini?
bagaimana dengan pola tidurku yang masih ingat percakapan tengah malam kita?
Bagaimana selanjutnya aku?

Postingan populer dari blog ini

Merapikan Ruang Jiwa

Laut yang Tak Pernah Kumiliki

Belum pernah aku temukan warna seindah warnamu